Ini menceritakan tentang petualangan serang India 16 tahun bernama Pi berjuang bertahan hidup di sebuah sekoci bersama seekor harimau Bengal India di tengah-tengah Samudera Pasifik. Bukankah mendengarnya sudah cukup mengerikan?
Penulisnya, Yann Martel, mengungkapkan bahwa ini adalah sebuah kisah nyata. Dan dia telah melakukan studi ke India dan bertemu dengan Pi secara langsung. Novel ini adalah ungkapan langsung dari tokoh utamanya.
Pada awalnya, kita diperkenalkan dengan kehidupan Pi di India: keluarganya, rutinitasnya, dan agamanya. Pi memeluk tiga agama sekaligus. Hindu, Kristen, dan Islam. Dan semuanya diamalkan oleh Pi. Sya tidak tahu harus terkesan atau marah dengan keyakinan Pi yang abnormal ini. Jadi pada halaman awal novel ini, saya tidak begitu tertarik.
Semuanya berubah setelah perjalan Pi yang sesungguhnya dimulai. Keluarganya berencana mengirim hewan-hewan di kebun binatang miliknya ke Canada dengan menuatnya dalam kapal barang TsimTsum. Ya, orang tua Pi adalah pemilik kebun binatang. Sialnya, kapal mereka karam dan Pi berhasil selamat dalam sekoci bersama seekor Zebra, seekor Hyenna, seekor Orang Utan, dan seekor harimau Bengal bernama Richard Parker. Oh, plus seekor tikus. Komplit.
Petualangan pertama adalah dengan adanya dua predator dalam satu sekoci: Hyenna dan Harimau. Pertama-tama Hyenna menyerang Zebra dan Orang utan, lalu Hyenna dihabisi oleh harimau Richard Parker. Richard Parker memakan seekor tikus yang dilemparkan Pi kepadanya. Jadi sekarang penghuninya tinggal Pi dan si Harimau.
Apa saja dilakukan oleh Pi untuk bertahan dari ancaman hewan di sekocinya. Mulai dari membuat rakit dari dayung, memancing di antara hiu-hiu, dan yang paling menarik adalah: melatih Richard Parker agar menjadi kucing besar yang penurut. Hahaha, mustahil banget, tapi Pi berhasil (mungkin).
Kisah ini susah ditebak alurnya, walaupun endingnya sudah jelas: Pi berhasil selamat dalam keadaan hidup-hidup setelah hidup selama 275 hari di tengah samudera bersama dengan harimau. Petualangan demi petualangan silih berganti, tantangan tiada habisnya mengikuti.
Pernah suatu kisah sekoci Pi mendarat di serumpunan ganggang yang ternyata adakah karnivora yang mengeluarkan asam mematikan di malam hari. Di sana ada kehidupan lain: meerkat-meerkat yang kelihatannya menjadi satu-satunya penghuni di pulau mengerikan itu.
Pada awalnya Pi tidak tahu bahwa pulau itu berbahaya. Namun suatu malam ia tidur di pohon pulau itu dan melihat bahwa meerkat-meerkat menaiki pohon setelah matahari terbenam, seolah-olah ada yang tidak beres di bawah sana. Lalu Pi mencoba menjejakkan kaki ke tanah dan akhirnya asam bereaksi, kakinya terasa panas.
Di pulau itu Pi juga melakukan sesuatu yang asyik, lo. Yaitu MELATIH RICHARD PARKER MENJADI KUCING SIRKUS. Dia membuat sesuatu semacam cincin besar, dan menyuruh si harumau melompatinya. Wah, berhasil!!! Ternyata usahanya selama ini untuk menjinakkan harimau mulai terlihat hasilnya.
Suatu saat, Pi meninggalkan pulau itu. Padahal kehidupan di sana terjamin. Penyebabnya adalah, dia menemukan gigi-gigi manusia yang betebaran di bawah pohon misterius. Dan dia ketakutan. Lalu menutuskan pergi malam itu juga bersana harimau yang sifatnya sulit ditebak.
Pengantar bilang, novel ini akan membuat kita percaya akan Tuhan. Well, dengan petualangan Pi yang mendebarkan itu, saya rasa boleh dicoba.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar